Dilirik Banyak Investor, Danau Toba Matangkan Rencana Pengembangan Kawasan
Dilirik Banyak Investor, Danau Toba Matangkan Rencana Pengembangan Kawasan



Direktur Destinasi Pariwisata BPODT M Tata S Ridwanullah menyampaikan, penyusunan masterplan ini berada di atas lahan otorita seluas 386,73 ha. Dia menjelaskan, dalam masterplan tersebut, BPOTD telah menyiapkan perencanaan ke depannya.

"Mulai dari aksesibilitas, market study, design guideline, dan detail engineering drawing-nya. Intinya bagaimana kami memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar berupa air, listrik, pengolahan limbah, dan lain-lain," terangnya.

Tata juga menerangkan bahwa saat ini pembangunan beberapa fasilitas penunjang kawasan Danau Toba terus dikejar. "Kini juga mulai banyak investor yang menunjukkan minatnya berinvestasi di area tersebut, baik dari dalam maupun luar negeri," tandasnya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera merampungkan proyek jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Merek dan SPAM Simanindo di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas Danau Toba, Sumatera Utara.

Menteri Basuki mengatakan, prasarana dan sarana air minum merupakan infrastruktur dasar yang memberikan pengaruh vital pada kesehatan dan lingkungan.

Selain itu, pembangunan jaringan layanan air minum melalui peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di KSPN Prioritas juga diharapkan dapat menjaga optimisme dan kesinambungan pembangunan infrastruktur untuk mendukung produktivitas sektor pariwisata di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Dalam tatanan normal baru untuk hidup berdamai dengan pandemi Covid-19, Pemerintah meyakini bahwa sektor ekonomi utama yang dapat rebound dengan cepat adalah sektor pariwisata. Untuk itu, tidak ada kegiatan pembangunan infrastruktur pada 5 KSPN yang dihentikan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/4/2021).

Proyek SPAM Merek yang berkapasitas di 20 liter per detik terletak di Kabupaten Karo, dengan anggaran untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) Rp 10,7 miliar dan perpipaan Rp 18,17 miliar melalui skema tahun jamak atau multiyears contract (MYC) 2020-2021.

Sementara proyek SPAM Simanindo menghabiskan anggaran Rp 11,8 miliar untuk jaringan perpipaan melayani 200 Sambungan Rumah (SR) di kawasan Tomok.

Untuk progres pembangunannya, saat ini SPAM Merek sudah 100 persen untuk IPA dan perpipaan ditargetkan rampung seluruhnya pada Juni 2021 sesuai kontrak.

infotoba

Penulis: infotoba

Redaksi senior infotoba, memiliki tulisan yang sudah tersebar di media massa nasional


Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook



Profil infoTOBA

InfoToba adalah media online Indonesia yang menyajikan berita dan informasi seputar Danau Toba dan sekitarnya serta informasi wisata terbaru sekitar Danau Toba maupun Nasional.  Saat ini , kebanyakan media online di bangun dari perusahaan besar [read more...]

Facebook

Twitter

Contact Us